Sabtu, 26 Juli 2014

Hubungannya Jodoh Dengan Diet

Akhir-akhir ini saya baru tersadar akan suatu hal, yang mana saya sudah tahu hal itu dari lama tapi baru benar-benar memahaminya sekarang:

Cinta sejati tidak datang dari pasangan yang sempurna. Ini adalah masalah hati dan takdir tentunya. Biarlah Tangan Tuhan yang bekerja kalau masalah jodoh-menjodohi, kita tidak punya kuasa apa-apa untuk mengubahnya apalagi menyalahinya. Seseorang pernah berkata, "Duduklah. Cinta adalah seorang pengelana. Dia pasti akan menghampirimu tanpa kamu perlu untuk mencarinya." Bagaimanapun ini memang benar. Terkadang kamu tidak akan menemukan cinta (yang sesungguhnya) kalau kamu mencarinya meski ke ujung dunia sekalipun. Hm, perkataan orang-orang yang memahami Qur'an dan Sunnah memang jarang salah.

Masih berhubungan dengan cinta. Jadi pada intinya jodoh sudah ditangan Tuhan tanpa kita bisa mengubah apalagi menyalahinya. Berarti bagaimnapun nantinya pasangan hidup kita pasti menerima kita apa adanya kan? Termasuk bentuk fisik kita kan? Iya kan? IYA KAN!?

Ehem.

Sebagai calon orang kurus yang gagal cukup berhasil melakukan diet, saya cukup senang dengan pemikiran ini. Karena itu berarti saya tidak perlu lagi menjalani diet ketat, toh juga nanti saya dapat jodoh kan? Sebenarnya niat diet tiap orang itu beda-beda, apalagi wanita. Tapi menurut sebuah riset yang hm, cukup terpercaya, 7 dari 10 wanita berdiet demi mendapatkan pasangan. Menyalahi takdir? Tidak. Itu adalah usaha menurut saya, tapi belum termasuk menyalahi takdir. Jadi untuk para wanita yang saat ini sedang berjuang keras melakukan diet demi mendapatkan pasangan, saya punya kabar gembira untuk kalian semua. Kulit manggis kini ada ekstraknya. Karena kalian tidak perlu bersusah payah berdiet demi mendapat pasangan. Hanya jagalah pola makan kalian seperti sabda Rasul:

"Makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang."

Terlalu sulit? Itulah mengapa saya katakan tidak perlu bersusah payah melakukan diet. Berdietlah tapi jangan terlalu ketat, oke?

Akan tetapi, tidak mengubah diri kita juga berarti tidak mengubah kepribadian buruk kita. Tidak, teman. Anda salah. Justru kepribadian kitalah yang menentukan seperti apa jodoh kita nantinya. Seperti yang tertulis di Qur'an, yang maknanya:

"Wanita yang keji tercipta untuk lelaki yang keji. Wanita yang baik tercipta untuk lelaki yang baik. Lelaki yang keji tercipta untuk wanita yang keji. Dan lelaki yang baik tercipta untuk wanita yang baik pula."

Jadi untuk anda-anda semua (terutama yang diet) jangan badan mulu yang diurusin, tapi akhlak sama otak juga. Karena bagaimanapun yang dibawa sampai akhirat nanti adalah jiwa kita. Soal bentuk tubuh kita itu tergantung dari amalan apa aja yang udah kita perbuat. Kalau selama di dunia kita taat sama agama dan selalu berbuat kebaikan, Inshaa Allah nanti Yang Maha Kuasa juga akan memberi apa yang kita inginkan. Wallahu a'alam bisshowab.

Dari sini saya bisa menarik satu kesimpulan bahwa untuk mendapat pasangan yang pas sama kita ukuran tubuh adalah persyaratan yang kesekian. Kita tidak begitu butuh bentuk tubuh yang bagus, saudara-saudara. Karena kalau jodoh sudah mencintai kita bentuk tubuh bukanlah segalanya. Tapi itu *nunjuk hati* yang dibutuhkan, benar-benar dibutuhkan. Yah begitulah. Juga, jodoh itu gak akan kemana kok. Apa yang udah digariskan sama Tuhan itu pasti yang terindah buat kita. Syukuri saja, kawan.

Sekian.

NB: tidak ada maksud untuk menggurui. Hanya share :)

Jumat, 18 Juli 2014

Balada Pesantren Kilat : Hari Pertama

Masih terbayang jelas wajahmu saat aku pertama melihatmu.

"Cieee yang lagi jatuh cintaaa", Nami, Anis, dan Ziya menertawaiku. Yah memang, laki-laki yang aku kusukai ini berbeda dari pria-pria sebelumnya yang pernah aku sukai. Dia bukan pemain basket seperti Niko. Dia juga bukan ketua OSIS seperti Reza. Dan dia juga bukan seorang komikus seperti Arta. Tidak, dia SANGAT BERBEDA dari laki-laki lain yang pernah kujumpai.

"Eh, tapi kemungkinan lo pacaran kecil banget dong, Ba. Dia kan...", Nami tidak menyelesaikan kalimatnya karena dia sudah terlanjur tertawa. Dan biasanya kalau sudah tertawa susah sekali bagi Nami untuk menghentikannya.

"So what's wrong? Gak ada salahnya kan suka sama cowok macem dia? Sekali-kali be different-lah", belaku. Terkadang sahabat bisa jadi sangat menyebalkan.

Anis-lah yang paling pertama berhasil menyelesaikan tawanya. "Udah... Udah, gak usah diperpanjang. Mungkin emang saat ini Adiba lagi pingin 'cari' yang beda. Selera kan bisa berubah, ya nggak Ba?"

"Bener banget tuh makanya kalian gak usah deh ngetawain gue ntar kalian kena batunya sendiri aja awas lo!". Dalam hati aku berterimakasih pada Anis dan melaknat Nami dan Ziya yang masih tertawa. Bahkan Ziya mulai meneteskan air mata saking 'lucunya'.

Huh, menyebalkan.

***
Semua bermula dari acara tahunan yang selalu diadakan sekolah kami setiap bulan Ramadhan. Yap, pesantren kilat. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya pula, pesantren kilat selalu diadakan di Pondok Pesantren "AS-SHAHIH" yang lokasinya memang tidak begitu jauh dari sekolah kami. Biasanya kami menginap disana selama 5 hari untuk digembleng pengetahuan agamanya. Pengajarnya bisa Ustadz, Ustadzah, ataupun santri yang dinilai oleh Asatidz (sebutan untuk Ustadz/Ustadzah dalam jumlah banyak. Sama saja dengan 'Teachers' dalam Bahasa Inggris atau 'para Guru' dalam Bahasa Indonesia) memiliki pemahaman agama diatas rata-rata santri yang lain (mungkin ilmu agamanya hampir menyamai ilmunya Ustadz, whatever). Selama 5 hari itu pula kami mempelajari kehidupan di pondok pesantren mulai dari antri makan, mandi, pun kencing kadang kita mengantri. Menyebalkan memang, tapi aku sedikit bersyukur karena Ponpes ini lebih bersih dan rapi daripada ponpes-ponpes yang lain. Well, setidaknya.

Kami menempati kamar-kamar kosong yang sudah disediakan oleh ponpes ini. Ya, ponpes ini memang sudah memulangkan para santrinya pada pertengahan Ramadhan kemarin, 2 hari yang lalu lebih tepatnya. Jadi di ponpes ini hanya tersisa Asatidz yang memang tinggal di ponpes ini dan beberapa santri yang bermukim sampai lebaran. Nah, santri yang mukim inilah yang biasanya mengajar kami selama pesantren kilat berlangsung.

Hari pertama pesantren kilat, sangat membosankan. Bahkan aku sempat dibangunkan oleh Ustadzah yang mengajar kami waktu itu karena aku tertidur. Alhasil karena kejadian itu teman-teman sekelaskupun tertawa.

Dan ini bukanlah permulaan yang menyenangkan, kau tahu.

"Ba, tidur gih. Lo keliatan gak fit sih hari ini?", Nami bertanya.

"Hm? Gue gak pa-pa kok. Cuma kecapekan dikit aja"

"Muka lo pucat loh. Mending lo batalin puasa lo deh"

"Bener tuh kata Nami. Terus lo minta obat di UKP", timpal Ziya. FYI, UKP adalah kepanjangan dari Unit Kesehatan Pondok. Kalo di sekolah non-asrama biasa mennyebutnya UKS.

"Iya kita anter lo ke UKP, ya?"

"Lebay banget sih lo pada. Gue gak pa-pa kok. Lagian kalo mau batalin juga nanggung udah sore kek gini"


Minggu, 08 Juni 2014

#KalauKamuSedangMarah...

Kalau kamu sedang marah, bagaimana caramu mengekspresikannya? Apa kamu bakal nunjukin rasa marah itu ke orang yang bikin kamu sebel, terus kamu ngejauhin dia sampai orang itu akhirnya meminta maaf ke kamu. Atau, kamu gak mengungkapkan rasa marah itu sehingga orang yang udah bikin kamu sebel gak tau kalau kamu itu sebenarnya marah. Aku pribadi cenderung ke orang yang kedua. Tapi gak dipungkiri juga kalau aku pingin bisa nunjukin kemarahanku kayak orang pertama. Kesannya lebih ekspresif. Tapi untuk orang ke-dua ini, mungkin maksudnya ingin menghargai perasaan orang lain dan tidak ingin menambah runyam suasana sehingga dia lebih memilih untuk DIAM dan tidak mengungkapkannya kepada orang-orang. Yah, walaupun alasanku gak mengungkapkan kemarahan itu lebih karena memang aku tidak bisa mengungkapkan rasa marah itu. Atau mungkin ada tipe marah yang ketiga: melampiaskannya entah itu dengan makan atau melempar barang atau yang lainnya.

Jadi, tipe yang manakah kamu?

Minggu, 25 Mei 2014

C.H.A.N.G.E

Maybe it's the right time. To change anything that we want. To go anywhere anytime. To make everything as perfect as possible. To leave problems behind.To make peace with our past. Maybe, it never really goes how we would like it to. But that's life. That's world. Our world. And we can handle this if we want it.

Senin, 12 Mei 2014

desain logo ekskul

hehe, akhirnya selesai juga tugas bikin logonya. yah, walaupun rada-rada aneh sih tapi gak papalah yang penting jadi :D mau liat? ini nih:
jelek ya? maklumlah namanya juga lagi belajar hasil jelek itu hal yang biasa :D okay see ya!

Minggu, 09 Februari 2014

Belajar 3ds max

Waktu awal buka aplikasinya sih bingung jauh lebih bingung dari waktu buka ulead atau macro flash. Tapi setelah dicoba dan mencontoh tutornya, alhamdulillah bisa ^^

waktu renderingnya jangan lupa pake format .png ya biar backgroundnya putih kayak gambar diatas.
Mau tau cara bikinnya? klik http://www.ilmugrafis.com/3dmax-studio.php?page=membuat-pensil-3-dimensi

SELAMAT MENCOBA! ^^